sini biar kubantu cari

AWAS!!! BAHAYA LATEN INTERNET BAGI OTAK ANDA// AWAS!!! BAHAYA LATEN INTERNET BAGI OTAK ANDA// AWAS!!! BAHAYA LATEN INTERNET BAGI OTAK ANDA// AWAS!!! BAHAYA LATEN INTERNET BAGI OTAK ANDA// AWAS!!! BAHAYA LATEN INTERNET BAGI OTAK ANDA// AWAS!!! BAHAYA LATEN INTERNET BAGI OTAK ANDA// AWAS!!! BAHAYA LATEN INTERNET BAGI OTAK ANDA//

16 Desember 2008

KMB di Harian Radar Bogor

Pada 16 November lalu telah digelar Diskusi Reguler Komunitas Menulis Bogor dengan Tema ‘Menggeliatkan Budaya Literasi Lokal’ (lihat posting notes sebelumnya).

Berikut ini liputan salah satu kawan KMB Pak Affandi Kartodihardjo yang termuat di Harian Radar Bogor Edisi Minggu 23 November 2008:


Catatan dari Diskusi Literer Lokal KMB
Yang Terucap Menguap, yang Tertulis Bisa Kekal


“Jika disuruh milih antara menonton atau membaca, pasti banyak yang lebih memilih nonton. Untuk nonton ini, banyak yang mampu duduk berjam-jam di depan televisi, sementara kalau membaca, tidak lebih dari 15 menit mata sudah berat. Ngantuk!”

Itulah realitas kehidupan masyarakat Indonesia. Begitu juga dengan aktivitas keseharian. Banyak yang mampu ngobrol berjam-jam. Cerita yang satu disambung dengan cerita lainnya. Semuanya lancar dan mengalir begitu saja. Tapi kalau disuruh menulis, baru beberapa kalimat sudah macet. Padahal, yang diobrolkan atau yang diucapkan itu gampang sekali menguap, sementara yang tertulis itu, meski hanya beberapa kalimat bisa kekal bahkan bisa terangkai dalam sebuah karya bermutu.

Simak saja karya Andrea Hirata dengan Laskar Pelangi-nya. Meski mengangkat masalah di tingkat lokal, tapi hasilnya bisa dinikmati secara nasional. Kisah tentang anak-anak miskin di Belitung yang berjuang keras untuk pendidikannya itu mampu menjadi novel yang paling laris di pasaran. Bahkan, saat cerita dari novel itu diangkat ke layar lebar sekalipun, filmnya tetap laris.

Karya tersebut membuktikan bahwa produk literasi lokal bukan karya kacangan, tak bermutu apalagi tidak komersil. Keberhasilan Andrea Hirata dalam mengemas pengalaman masa kecilnya itu harus menjadi contoh penulis lain untuk mendokumentasikan kondisi sosial budaya sesuai dengan zamannya. Dengan harapan, di masa depan karya tersubut bisa menjadi warisan literatur sejarah.

Orang bijak sering mengatakan kalau apa saja cerita yang terucap itu bisa menguap, sementara yang tertulis bisa kekal. Karya penulis lokal yang mampu menggambarkan kondisi sosial budaya bisa menjadi dokumen sejarah yang nilai-nilai filosofi di dalamnya dapat bermanfaat bagi generasi muda di masa yang akan datang.

Dari Sabang sampai Merauke Indonesia memiliki beragam kebudayaan dan setiap daerah memiliki tradisi literasi yang telah berkembang secara turun temurun. Tradisi inilah yang perlu dijaga oleh komunitas literasi lokal agar tidak tergerus oleh banjir literasi global.

Ajakan untuk membangkitkan literasi lokal tersebut mengemuka dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Komunitas Menulis Bogor (KMB) di Toko Buku Alternatif Jendela Jl Cikabuyutan Baranangsiang Bogor. Beberapa penulis Bogor hadir dalam pertemuan tersebut, diantaranya adalah O Solihin pimpinan Gaulislam yang dikenal dengan puluhan bukunya, Gatot Aryo penulis Mimpi Bulan, Novelis Asri Probosinta, Nosa Normanda pengamat budaya dan komunitas sastra serta Pry. S yang bertindak sebagai moderator dan puluhan peserta lainnya.

Komunitas-komunitas menulis lokal harus menjadi pioner di tingkat nasional. Negeri ini masih mendambakan penulis-penulis sekaliber Umar Kayam yang mampu menggambarkan realitas masyarakat Indonesia, atau penulis fiksi sejarah sehebat Pramoedya Ananta Toer yang begitu dalam menceritakan masalah sosial di tingkat lokal dengan segala bentuk kompleksitasnya.

Untuk itu, budaya masyarakat yang lebih suka nonton, sedikit demi sedikit harus diubah. Dan, untuk mengubahnya perlu upaya yang serius. Sebab, harus diakui kalau saat ini masyarakat kita lebih suka ngobrol ketimbang membaca. Mereka lebih suka menghabiskan uang untuk membeli hp terbaru dan pulsa ratusan ribu sebulan dibanding membeli buku atau mengoleksi bacaan. (Affandi Kartodihardjo)

0 Comments:

ayo gabung di KMB . . .

Subscribe to menulis_bogor

Powered by us.groups.yahoo.com

 

blogger templates 3 columns | Make Money Online